Jumat, 29 Maret 2013

Relief Daratan

Relief daratan adalah bentuk kekasaran permukaan bumi, baik berupa tonjolan, dataran, atau cekungan yang terdapat di wilayah daratan permukaan bumi. Relief darat akan selalu berubah dari waktu ke waktu dan hal ini juga akan menyebabkan perubahan pola hidup makhluk yang tinggal di permukaan bumi tersebut. Perubahan bentuk permukaan bumi dikarenakan adanya tenaga endogen, yaitu tenaga yang berasal dari dalam bumi. Dan juga tenaga eksogen, yang merupakan tenaga yang berasal dari luar bumi.

Relief antara daratan satu dengan daratan lainnya tidak sama, dengan adanya relief daratan yang tidak sama, maka juga akan mempengaruhi kehidupan pada suatu wilayah. Adapun macam-macam relief daratan di permukaan bumi adalah :
1.      Dataran Rendah.
Dataran rendah merupakan suatu bentang alam tanpa banyak memiliki perbedaan ketinggian antara tempat yang satu dengan tempat yang lain. Dataran rendah diidentifikasikan sebagai relief daratan yang mempunyai ketinggian antara 0-200 m di atas permukaan laut. Di Indonesia banyak kita jumpai wilayah dataran rendah yang terjadi dari hasil sedimentasi material ( tanah ) yang dibawa oleh sungai-sungai ke muara.
2.      Dataran Tinggi.
Dataran tinggi (disebut juga plateau atau plato) diidentifikasikan sebagai relief daratan yang relative landai dengan ketinggian antara 200-1000 m di atas permukaan air laut. Dataran tinggi terbentuk sebagai hasil erosi dan sedimentasi. Beberapa dataran tinggi antara lain Dataran Tinggi Dekkan, Dataran Tinggi Gayo, Dataran Tinggi Dieng, Dataran Tinggi Malang, dan Dataran Tinggi Alas. Dataran tinggi bisa juga terjadi oleh bekas kaldera luas, yang tertimbun material dari lereng gunung sekitarnya. Dataran tinggi dari kategori terakhir ini antara lain adalah Dataran Tinggi Dieng di Jawa Tengah.
3.      Kawasan Pegunungan atau Perbukitan.
Pegunungan merupakan kumpulan atau barisan gunung. Kawasan pegunungan diidentifikasikan sebagai daratan yang memiliki kemiringan lereng yang relative lebih besar bila dibandingkan dengan dataran dan mempunyai ketinggian di atas 1000 meter. Adapun perbukitan adalah daerah dengan kondisi sama dengan pegunungan, namun memiliki ketinggian yang lebih rendah ( antara 200 sampai 300 meter ). Karena kemiringan lerengnya yang relative besar, maka kawasan ini bila digambarkan dengan peta kontur akan memiliki garis-garis kontur yang relative rapat satu sama lain. Adapun pada peta umum, kawasan ini digambarkan dengan symbol area berwarna cokelat.
Di Indonesia  terdapat beberapa deretan pegunungan, yaitu:
1.      Deretan pegunungan Sunda, yaitu deretan pegunungan yang berjajar dari Pulau Sumatera,  Jawa, Nusatenggara, Maluku Selatan dan berakhir di Pulau Banda.
2.      Deretan  Sirkum Australia, yaitu deretan pegunungan yang berjajar dari Australia, ujung timur Pulau Irian, masuk melalui bagian tengah Irian dengan puncak tertinggi Jayawijaya.
3.      Deretan pegunungan Sangihe, yaitu deretan pegunungan yang membujur dari Kepulauan Sangihe (Sulawesi Utara), masuk ke Minahasa, Teluk Gorontalo (dengan Gunung Una-Una yang sering meletus) hingga Sulawesi Selatan.
4.      Deretan Pegunungan  Halmahera, yaitu deretan pegunungan yang berderet mulai dari Pulau Talaut, Pulau Maju dan Tifor di Maluku Utara, masuk ke Halmahera serta Pulau Ternate dan Tidore, berbelok ke timur hingga Kepala Burung
5.      Deretan Pegunungan Kalimantan, deretan ini bermula dari Pulau Palawan (Filipina) kemudian masuk ke Kalimantan.
6.      Gunung
Gunung merupakan bentuk relief muka bumi yang menonjol. Pada umumnya, memiliki ketinggian di atas 1000 meter. Dalam peta, gunung digambarkan dengan symbol segitiga berwarna merah untuk gunung berapi dan segitiga berwarna hitam untuk gunung mati.
7.      Rawa, danau, dan waduk
Rawa merupakan wilayah daratan yang digenangi air, biasanya berada di daratan rendah atau didaerah pantai. Adapun danau adalah daratan luas yang digenangi air, sedangkan waduk adalah danau buatan. Danau dan waduk biasanya terdapat di daerah dataran tinggi. Pada peta, danau dan waduk digambarkan dengan symbol area berwarna biru. Sedangkan rawa digambarkan dengan area berwarna hijau dengan garis putus-putus.
8.      Sungai
Sungai merupakan jalur atau penampang yang dilalui oleh air dari hulu ke hilir. Pada umumnya sungai memiliki mata air atau berhulu di kawasan pegunungan atau dataran tinggi dan bermuara di lautan. Pada peta, aliran sungai digambarkan dengan garis yang berkelok-kelok berwarna biru. Sementara itu, pada peta kontur, sungai digambarkan dengan garis yang memotong pola kontur dengan arah kontur membelok kearah hulu.
9.      Pantai
Pantai, adalah bagian dari darat yang terdekat dengan laut. Garis pantai adalah garis batas antara laut dan darat. Tepi pasir atau pesisir adalah bagian dari darat yang tergenang air ketika pasang naik dan kering ketika surut. Daratan yang terletak di tepi laut disebut pantai. Di daerah pantai dikenal berbagai bentuk muka bumi sebagai berikut :
a) Teluk, yaitu laut yang menjorok ke daratan.
b)Tanjung atau ujung, yaitu daratan yang menjorok ke laut. Ujung yang sangat panjang dinamakan jazirah atau semenanjung.
c) Delta, tanah endapan di muara sungai.
d)Gosong, pulau yang tergenang ketika laut pasang dan muncul ke permukaan ketika air laut surut disebut gosong (gosong pasir).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar